Sabtu, 31 Maret 2012

"Sagu" makanan kaya manfaat


Mengapa Sagu menjadi Makanan Pokok?

Walaupun mayoritas penduduk Indonesia makan nasi sebagai makanan pokok, di wilayah Indonesia Bagian Timur, sagu sejak lama dipergunakan sebagai makanan pokok oleh sebagian penduduknya, terutama di Maluku dan Irian Jaya. Sagu adalah butiran atau tepung yang diperoleh dari teras batang pohon sagu atau rumbia (Metroxylon Sago Rottb.). Sagu dikenal dengan banyak nama, seperti Kirai di Jawa Barat, bulung, kresula, bulu, rembulung, atau resula di Jawa Tengah; lapia atau napia di Ambon; tumba di Gorontalo; Pogalu atau tabaro di Toraja; dan rambiam atau rabi di Kepulauan Aru.
Maluku merupakan provinsi  kedua di Indonesia yang memiliki hutan sagu terluas. “sehingga sudah seharusnya sagu menjadi bahan pokok dikonsumsi masyarakat setiap hari dan bukan beras," kata Menteri saat membuka seminar internasional tentang sagu untuk ketahanan pangan nasional. Selain itu sagu juga memiliki kandungan karbohidrat yang sangat tinggi dibandingkan dengan nasi.
Sagu (Metroxylon sp) habitatnya di daerah rawa, hasil hutan non kayu yang sejak dari dulu sudah dimanfaatkan sebagai sumber makanan. Di Maluku, Sagu tumbuh dengan sendirinya hutan-hutan rawa, pada daerah dataran rendah tumbuh di belakang hutan mangrove.
Menurut Flach and Schuiling (1991) kandungan Nutrisi (g) yang terdapat pada batang sagu adalah N = 590, P = 170, K = 1700, Ca = 860 dan Mg = 350. Pada saat pengolahan di lapangan nutrisi ini banyak hilang dan kembali ke tanah tempat tumbuhnya.
Bubuk sagu dihasilkan dengan cara mengekstraksi pati dari umbi atau empulur batang yang dapat diolah menjadi berbagai makanan.Sagu sendiri dijual sebagai tepung curah maupun yang dipadatkan dan dikemas dengan daun pisang. Selain itu, saat ini sagu juga diolah menjadi mi dan mutiara.
Tepung sagu memiliki ciri fisik yang mirip dengan tepung tapioka. Dalam resep masakan, tepung sagu yang relatif sulit diperoleh sering diganti dengan tepung tapioka, meskipun keduanya sebenarnya berbeda.Perbedaannya hanyalah pada bahan pembuatnya jika tepung sagu terbuat dari pati pohon sagu, tepung tapioka atau kanji terbuat dari pati umbi ketela pohon.
Sebagai makanan pokok orang Maluku, sagu dijadikan “papeda” untuk dimakan dengan “ikan kuah”. Kalo menghidangkan papeda tanpa “ikan kuah” rasanya tidak lengkap. Pada saat ini daerah perkotaan di Maluku orang sudah lebih banyak mengkonsumsi beras sebagai bahan makanan sehari-hari. Sagu yang dibuat “papeda” sudah jarang ditemui hanya pada saat-saat tertentu atau acara khusus saja “Papeda” disajikan bersama “Ikan kuah kuning”. Tidak semua rumah makan di kota Ambon menyediakan menu ini hanya pada rumah makan tertentu dan tidak banyak tersedia.

Kaya Manfaat dan Cocok Untuk diet
Tepung sagu kaya dengan karbohidrat (pati) namun sangat miskin gizi lainnya. Seratus gram sagu kering setara dengan 355 kalori. Di dalamnya rata-rata terkandung 94 gram karbohidrat, 0,2 gram protein, 0,5 gram serat, 10 mg kalsium, 1,2 mg besi, dan lemak, karoten, tiamin, dan asam askorbat dalam jumlah kecil.
Walaupun gizi yang dikandung tidak tinggi, sagu juga mempunyai beberapa manfaat yang baik bagi tubuh. Diantaranya adalah tidak cepat meningkatkan kadar glukosa dalam darah sehingga cukup aman dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus. Serat pangan pada sagu memiliki zat yang bisa berfungsi sebagai pre-biotik, menjaga mikroflora usus, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi resiko terjadinya kanker usus, mengurangi resiko terjadinya kanker paru-paru, mengurangi kegemukan, mempermudah buang air besar.
Sagu juga sering dikonsumsi bagi yang sedang diet karena dapat memberikan efek mengenyangkan, tetapi tidak menyebabkan gemuk. Untuk mengimbangi kandungan gizinya yang tidak terlalu tinggi, ada baiknya olahan sagu ditambah bahan-bahan kaya protein dan sayur mayur. Seperti Papeda atau bubur sagu, Sago Pancake, Nasi Sagu, Puding Sagu, Kue Kering Sagu Keju, Ketupat Sayur, dan Bubur Kacang Hijau Sagu.

Sumber
http://goorme.com/article/serap-manfaat-sagu-tanpa-menjadi-gemuk
http://irwantoforester.wordpress.com/2011/05/09/papeda-makan-khas-maluku-dimakan-dengan-kuah-ikan-kuning/

3 komentar:

  1. Karunia Allah yang tiada batas... tepung sagu dapat mengatasi segala macam keluhan gangguan perut, kebanyakan. bisa diatasi dengan segelas air hangat masukkan 3 sendok tepung sagu tambahkan gula merah secukupnya, aduk sampai rata bila perlu (kalau ada gula aren) lalu minum. dijamin sembuh. Subhanallah.....

    BalasHapus
  2. Apakah Mbak Sarah mengkonsumsi sagu untuk makanan harian atau sesekali saja saat melakukan diet?

    Di Provinsi Riau, di Pulau Tebing Tinggi, masyarakat di sana juga memproduksi dan mengkonsumsi sagu. Mereka juga melaksanakan Festival Sagu. SIla di cek di http://ecosystemallianceindonesia.blogspot.com/2014/02/sagu-rakyat-penyelamat-ekosistem-rawa.html

    BalasHapus
  3. Ternyata sagu banyak manfaat, mulai dari obat diabetes hingga bisa diolah menjadi bahan Mutiara.
    Hmm,,pengen juga diet makan dengan sagu :)

    Ini catatan saya di Sorong Selatan, masyarakat mengolah sagu dengan alat yang disebut "Nani".

    http://miftahayatussurur.blogspot.com/2014/03/catatan-perjalanan-dari-papua-barat.html

    BalasHapus