Jumat, 29 Juni 2012

Stejas Softskill Pertemuan Minggu ke 11



 KEBIJAKSANAAN PEMERINTAH

1. KEBIJAKAN PEMERINTAH
A. Kebijakan Per Periode 
• Periode 1966-1969 
Kebijaksanaan pemerintah ini lebih diarahkan kepada proses perbaikan dan pembersihan di semua sector dari unsure-unsur peninggalan pemerintah orde lama, terutama dari Paham Komunis. Mengupayakan penurunan tingkat inflasi yang masih sangat tinggi. • Periode Pelita I Dimulai dengan Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 1970, mengenai Penyempurnaan Tata Niaga Bidang Ekspor dan Impor dan Peraturn Agustus 1971, mengenai Devaluasi Mata Uang Rupiah Terhadap Dolar, dengan sasaran pokoknya adalah :
1. Kestabilan harga bahan pokok,
2. Peningkatan Nilai Ekspor,
3. Kelancaran Impor,
4. Penyebaran Barang di Dalam Negeri.
 • Periode Pelita II 
a. Kebijaksanaannya mengenai Perkreditan untuk mendorong para eksportir kecil dan menengah, mendorong kemajuan pengusaha kecil atau ekonomi lemah dengan produk Kredit Investasi Kecil (KIK).
b. Kebijaksanaan Fiskal, Penghapusan pajak ekspor untuk mempertahankan daya saing komoditi ekspor di pasar dunia untuk menggalakkan penanaman modal asing dan dalam negeri guna mendorong Investasi Dalam Negeri.
c. Kebijaksanaan 15 November 1978, Menaikkan hasil produksi nasional, menaikkan daya saing komoditi ekspor yang lemah karena adanya inflasi yang besarnya rata-ratanya 34 % akibatnya kurang dapat bersaing dengan produk sejenis dari Negara lain dan adanya resesi dan krisis dunia pada tahun 1979.
 • Periode Pelita III
Kebijaksanaanya meliputi : Paket Januari 1982, Tatacara pelaksanaan Ekspor-Impor dan Lalu lintas devisa. Diterapkan kemudahan dalam hal pajak yang dikenakan terhadap komoditi ekspor, serta kemudahan dalam hal kredit untuk komoditi ekspor. Paket Kebijaksanaan Imbal Beli (Counter Purchase), keharusan eksportir maupun importer uar negeri untuk membeli barang-barang Indonesia dalam jumlah yang sama. Kebijaksanaan Devaluasi 983, yakni Dengan menurunkan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar dari Rp 625/$ menjadi Rp 970/$ dengan harapan gairah ekspor dapat meningkat sehingga permintaan Negara menjadi lebih banyak dan komoditi impor menjadi lebih mahal karena diperlukan lebih banyak rupiah untuk mendapatkannya.
 • Periode Pelita IV
Kebijaksanaannya adalah :
a. Kebijaksanaan INPRES No. 4 Tahun 1985, dilatarbelakangi oleh keinginan untuk meningkatkan ekspor non-migas.
b. Paket Kebijaksaan 6 Mei 1986 (PAKEM), dikeluarkan dengan tujuan untuk mendorong sector swasta di bidang ekspor maupun di bidang penanaman modal.
c. Paket Devaluasi 1986, ditempuh karena jatuhnya harga minyak di pasaran dunia yang mengakibatkan penerimaan pemerintah turun.
c. Paket Kebijaksanaan 25 Oktober 1986, merupakan deregulasi di bidang perdagangan, moneter dan penanaman modal dengan melakukan Penurunan Bea masuk impor untuk komoditi bahan penolong dan bahan baku, proteksi produksi yang lebih efisien, kebijaksanaan penanaman modal.
d. Paket Kebijaksaan 15 Januari 1987, melakukan peningkatan efisiensi, inovasi dan produktivitas beberapa sector indutri dalam rangka meningkatkan ekspor non-migas.
e. Paket Kebijaksanaan 24 Desember 1987 (PAKDES), melakukan restrukturisasi bidang ekonomi.
f. Paket 27 Oktober 1988, Kebijaksanaan deregulasi untuk menggairahkan pasar modal dan menghimpun dana masyarakat guna biaya pembangunan.
g. Paket Kebijaksanaan 21 November 1988 (PAKNOV), melakukan deregulasi dan debirokratisasi di bidang perdagangan dan hubungan Laut.
h. Paket Kebijaksanaan 20 Desember 1988 (PAKDES), memberikan keleluasaan bagi pasar modal dan perangkatnya untuk melakukan aktivitas yang lebih produktif.
 • Periode Pelita V
Lebih diarahkan kepada pengawasan, pengendalian dan upaya kondusif guna mempersiapkan proses tinggal landas menuju Rencana Pembangunan Jangka Panjang Tahap Kedua.

B. Kebijakan Moneter 
Sekumpulan tindakan pemerintah di dalam mengatur perekonomian melalui peredaran uang dan tingkat suku bunga. Kebijakan ini ditempuh untuk mengantisipasi pengaruh-pengaruh baik yang positif/sebaliknya dari peredaran uang dan tingkat suku bunga yang berlaku di masyarakat. Kebijaksanaan moneter ini dijalankan oleh Pemerintah melalui Lembaga Keuangan, yaitu Bank Indonesia. Bank Indonesia adalah Satu-satunya Bank Sentral yang memiliki tugas :
1. Membantu pemerintah dalam mengelola (menyimpan dan meminjami) dana pemerintah yang akan digunakan untuk pembangunan.
2. Membantu para bank umum dalam kegiatan operasional dana yang dimiliki atau dibutuhkannya.
3. Sebagai Lembaga Pengawasan Kegiatan Lembaga Keuangan, Mengawasi produk-produk yang dikeluarkan oleh masing-masing Lembaga keuangan yang dapat mempengaruhi iklim investasi dan peredaran uang.
4. Lembaga pengawas kegiatan ekonomi di Sektor Luar Negeri
5. Memperlancar kegiatan perekonomian dengan cara mencetak uang kartal (logam dan kertas). Kebijaksanaan Moneter dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu :
1. Kebijaksanaan Moneter Kuantitatif Dijalankan dengan mengatur uang beredar dan tingkat suku bunga dari segi kualitasnya. Kebijaksanaan ini dijalankan dengan 3 cara, yaitu :
 Dengan melakukan Operasi Pasar Terbuka
 Merubah Tingkat Suku Bunga Diskonto
 Merubah Prosentase Cadangan Minimal yang Harus Dipenuhi oleh Setiap Bank Umum
2. Kebijaksanaan Moneter Kualitatif Dengan mengatur dan menghimbau pihak bank umum/lembaga keuangan lainnya, baik manajemennya maupun produk yang ditawarkan kepada masyarakat guna mendukung kebijaksanaan moneter kuantitatif yang sedang dilaksanakan oleh Bank Indonesia.

C. Kebijakan Fiskal
Suatu tindakan pemerintah dalam mengatur perekonomian melalui anggaran belanja Negara, biasanya dikaitkan dengan masalah perpajakan. Kebijaksanaan fiscal juga sebagai Kebijaksanaan pemerintah di sector perpajakan. Pajak dapat dibagi dalam :
1. Pajak Regresif Pajak yang besar kecilnya nilai harus dibayarkan, ditetapkan berbanding terbalik dengan besar pendapatan wajib pajak.
2. Pajak Sebanding Pajak yang besar kecilnya sama untuk berbagai tingkat pendapatan.
3. Pajak Progresif Pajak yang besar kecilnya ditetapkan searah dengan besarnya pendapatan wajib pajak, semakin tinggi pendapatan maka akan semakin besar pula pajak yang harus dibayarkan. Pajak adalah Sebagai salah satu sumber penerimaan pemerintah yang cukup potensial, sebagai alat pengendali tingkat pengeluaran masyarakat, dapat membantu pemerintah dalam hal menekan pengeluaran, alat untuk lebih meratakan hasil distribusi pendapatan dan kekayaan masyarakat. Dengan pajak progresif dpat dilakukan upaya untuk mempersempit tingkat kesenjangan antara golongan ekonomi lemah dan kuat.

D. Kebijakan Fiskal dan Moneter di Sektor Luar Negeri Di Sektor Luar Negeri, kedua kebijaksanaan ini memiliki istilah Kebijaksanaan menekan dan memindah Pengeluaran.
1. Kebijaksanaan menekan pengeluaran Dilakukan dengan cara mengurangi tingkat konsumsi/pengeluaran yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi di Indonesia. Cara-cara yang ditempuh adalah :
a. Menaikkan pajak pendapatan
b. Mengurangi pengeluaran pemerintah Jika dilihat dari tindakan-tindakan yang diambil tersebut, kebijaksanaan ini tampaknya tidak cocok untuk keadaan perekonomian yang sedang mengalami tingkat pengangguran yang tinggi, karena dengan kondisi seperti itu, perekonomian yang sedang membutuhkan dana yang besar untuk menaikkan investasi dapat tercipta lapangan pekejaan yang menampung para penganggur tersebut.
2. Kebijaksanaan memindah pengeluaran Dalam kebijaksanaan menekan pengeluaran, pengeluaran para pelaky ekonomi diusahakan berkurang, maka dalam kebijaksanaan ini pengeluaran mereka tidak berkurang, hanya dipindah dan digeser pada bidang yang tidak terlalu beresiko memperburuk perekonomian. Kebijaksanaan ini dilakukan secara paksa dan juga rangsangan. Jika kebijaksanaan dilakukan secara paksa ;
a. Menekan tariff atau quota
b. Mengawasi pemakaian valuta asing Jika kebijaksanaan dilakukan secara Rangsangan :
a. Menciptakan rangsangan-rangsangan ekspor
b. Menyetabilkan upah dan harga di dalam negeri
c. Melakukan Devaluasi Devaluasi adalah Suatu tindakan pemerintah dengan menaikkan nilai tukar mata uang Rupiah dan Dolar, devaluasi juga menyebabkan semakin banyak rupiah yang harus dikorbankan untuk mendapatkan satu unit dolar.

2. KEBIJAKAN MONETER 
Kebijaksanaan moneter memegang peranan yang cukup penting di dalam perekonomian
Indonesia. Mengapa demikian? Sebelum menjawabnya baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud kebijaksanaan moneter itu. Yang dimaksud dengan kebijaksanaan moneter adalah sekumpulan tindakan pemerintah di dalam mengatur perekonomian melalui peredaran uang dan tingkat suku bunga. Kebijaksanaan ini ditempuh untuk mengantisipasi pengaruh-pengaruh baik yang positif atau sebaliknya, dari peredaran uang dan tingkat suku bunga yang berlaku di masyarakat. Hal ini dapat dimengerti karena peran uang yang begitu vital dalam kehidupan perekonomian suatu negara, begitu pula pentingnya tingkat suku bunga yang dapat mempengaruhi pola kegiatan imvestasi di Indonesia.

Di dalam sistem perekonomian Indonesia, kebijaksanaan moneter ini dijalankan oleh pemerintah melalui lembaga keuangan yang disebut dengan Bank Indonesia. Bank Indonesia seperti halnya di negara-negara lainya, adalah satu-satunya bank sentral di Indonesia yang secara lebih rinci memiliki tugas :

• Sebagai banknya pemerintah, dalam arti membantu pemerintah dalam menegelola (menyimpan dan meminjami) dana pemerintah yang akan dipergunakan untuk pembangunan.
• Sebagai bank-nya bank umun, dalam arti akan membantu para bank umum dalam kegiatan operasional dana yang dimiliki atau dibutuhkanya.
• Sebagai lembaga pengawasan kegiatan lembaga keuangan, dalam arti mengawasi produk-produk yang dikeluarkan oleh masing-maisng lembaga keungan yang dapat mempengaruhi peredaran uang dan iklim investasi

Dilihat dari upaya yang di tempuh, kebijaksanaan moneter ini dapat dikelompokan menjadi dua jenis kebijaksanaan moneter, yakni :

1. Kebijaksnaan Moneter Kuantitatif
Sesuai dengan namanya jenis kebijaksanaan moneter ini dijalankan dengan mengatur uang beredar dan tingkat suku bunga dari segi kuantitasnya. Kebijaksanaan jenis ini umumnya dijalankan dengan tiga cara yaitu :

• Pertama, dengan melakukan operasi pasar terbuka, yakni dengan memperjualbelikan surat-surat berharga (SBI) yang dimiliki oleh Bank Indonesia, dengan harapan uang yang beredar akan menjadi lebih banyak atau menjadi lebih sedikit sesuai yang diperlukan dalam kegiatan perekonomian di Indonesia.

• Kedua, dengan merubah tingkat suku bungan diskonto. Cara kedua dalam kebijaksanaan moneter kuantitatif ini dilakukan sebagai alternatif atau pendukung dari cara operasi pasar terbuka. Tingkat bunga diskonto adalah tingkat suku bunga yang berlaku dalam transaksi moneter antara Bank Indonesia dengan bank umum. Proses dari cara ini adalah, jika dengan asumsi yang sama, bahwa agar uang yang beredar di Indonesia tidak terlalu banyak, maka tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan menaikan tingkat suku bunga diskonto. Dengan suku bunga diskonto bunga yang tinggi, maka bank umum tidak akan meminjam uang adri Bank Indonesia dengan jumlah yang banyak. Sehinggan uang yang berada di bank umum juga menjadi sedikit, dan akibat selanjutnya uang yang tersalurkan ke masyarakat juga sedikit. Dengan demikian uang yang beredar tidak banyak lagi.

• Ketiga, dengan cara merubah prosentase cadangan minimal yang harus dipenuhi oleh setiap bank umum. Dengan cara ketiga ini, diharapkan uang yang beredar dapat dikurangi karena cadangan minimal dari bank umum diturunkan. Namun demikian cara inipun akan gagal jika bank umum kembali menetapkan/ memiliki kelebihan cadangan minimal lagi.


2. Kebijaksanaan Moneter Kualitatif
Untuk lebih mensukseskan cara-cara kuantitatif di atas maka Bank dapat melakukan kebijaksanaan moneter yang bersifat kualitatif ini. Yang dimaksud dengan kebijaksanaan moneter kualitatif ini adalah dengan mengatur dan menghimbau pihak bank umum/ lembaga keuangan lainya, baik manajemenya maupun produk yang ditawarkan kepada masyarakat guna mendukung kebijaksanaan moneter kuantitatif yang sedang dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Bank Indonesia akan menghimbau kepada manajemen bank umum unutk tidak memiliki kelebihan cadangan minimal yang telah ditetapkan. Disamping itu kebijaksanaan ini juag bertujuan untuk mengawasi kegiatan perbankan dan lembaga keunagan lainya agar tidak sampai merugiakan masyarakat, bank umum itu sendiri sampai dengan perekonomian secara umum.

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa kebijakan moneter dijalankan oleh bank sentral (Bank Indonesia) dan sangat berpengaruh dengan perrumbuhan perekonomian Indonesia. 2 golongan dalam kebijaksanaan moneter ini yaitu kebijaksanaan moneter kuantitatif yang bertujuan mempengaruhi penawaran uang dan tingkat suku bunga, dan kebijaksanaan moneter kualitatif yang mempengaruhi kegiatan-kegiatan tertentu dalam ekonomi. Dan keduaya jelas salin berhubungan dalam pelaksannanya.

sumber :
http://triyusniaefendi.blogspot.com/2012/03/bab-11-kebijaksanaan-pemerintah.html


Tugas Softkill Pertemuan Minggu ke-10


Peran Sektor Luar Negeri Pada Perekonomian Indonesia

Pengertian Perdagangan Internasional
    Kerja sama dalam bentuk hubungan dagang antarnegara sangat dibutuhkan oleh setiap negara. Hal ini disebabkan setiap negara tidak dapat menghasilkan semua barang dan jasa yang dibutuhkan oleh rakyatnya. Selain itu, juga disebabkan adanya perbedaan sumber daya yang dimiliki, iklim, letak geografis, jumlah penduduk, pengetahuan, dan teknologi. Alasan-alasan inilah yang menyebabkan munculnya perdagangan internasional.
    Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan suatu negara dengan negara lain atas dasar saling percaya dan saling menguntungkan. Perdagangan internasional tidak hanya dilakukan oleh negara maju saja, namun juga negara berkembang. Perdagangan internasional ini dilakukan melalui kegiatan ekspor impor. Ekspor adalah kegiatan menjual barang dan jasa dari dalam negeri ke luar negeri. Adapun impor adalah kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri ke dalam negeri. Dengan melakukan perdagangan internasional melalui kegiatan ekspor impor, negara maju akan memperoleh bahan-bahan baku yang dibutuhkan industrinya sekaligus dapat menjual produknya ke negara-negara berkembang. Sementara itu, negara berkembang dapat mengekspor hasil-hasil produksi dalam negeri sehingga memperoleh devisa. Negara berkembang juga membutuhkan pinjaman dalam bentuk investasi dan modal yang dapat diperoleh dari negara-negara maju. Devisa dan pinjaman dalam bentuk investasi dan modal ini dapat digunakan negara berkembang untuk memajukan perekonomian dalam negerinya.

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional
Ada beberapa faktor yang mendorong semua negara di dunia melakukan perdagangan luar negeri. Faktor-faktor pendorong tersebut terdiri atas hal-hal berikut ini.
1. Perbedaan Sumber Daya Alam yang Dimiliki
2. Teknologi
3. Perbedaan Selera
4. Penghematan Biaya Produksi

Manfaat Perdagangan Internasional
1. Meningkatkan Hubungan Persahabatan Antarnegara
2. Kebutuhan Setiap Negara dapat Tercukupi
3. Mendorong Kegiatan Produksi Barang secara Maksimal
4. Mendorong Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
5. Setiap Negara dapat Mengadakan Spesialisasi Produksi
6. Memperluas Lapangan Kerja

Hambatan Perdagangan Antar Negara
Hambatan perdagangan adalah regulasi atau peraturan pemerintah yang membatasi perdagangan bebas.
Bentuk-bentuk hambatan perdangangan antara lain:
1. Tarif atau bea cukai
Bea cukai adalah pungutan oleh negara secara tidak langsung kepada konsumen yang menikmati/menggunakan obyek cukai.
2. Kuota.
Kuota membatasi banyak unit yang dapat diimpor untuk membatasi jumlah barang tersebut di pasar dan menaikkan harga.
3. Subsidi.
Subsidi adalah bantuan pemerintah untuk produsen lokal. Subsidi dihasilkan dari pajak. Bentuk-bentuk subsidi antara lain bantuan keuangan, pinjaman dengan bunga rendah dan lain-lain.
4. Muatan lokal.
5. Peraturan administrasi.
6. Peraturan antidumping.
Di Indonesia, hambatan perdagangan banyak digunakan untuk membatasi impor pertanian dari luar negeri untuk melindungi petani dari anjloknya harga lokal.

NERACA PEMBAYARAN LUAR NEGERI INDONESIA
     Neraca pembayaran (balance of payment) adalah catatan transaksi antara penduduk suatu negara dengan negara-negara lainnya. Terdapat 2(dua) jenis neraca pembayaran, yaitu : neraca perdagangan dan neraca modal.
     Transaksi berjalan (current account), mencatat perdagangan barang dan jasa, termasuk pembayaran transfer. Jasa termasuk pengangkutan, pembayaran royalti, dan pembayaran bunga. Jasa juga termasuk pendapatan investasi neto, bunga dan keuntungan dari aset kita dikurangi pendapatan pihak luar negeri dari aset yang dimilikinya di negara lain. Pembayaran transfer terdiri dari pengiriman uang, hadiah dan bantuan. Secara sederhana, neraca perdagangan (trade balance) berisi catatan perdagangan barang.Dengan menambahkan transfer neto ke dalam neraca perdagangan, maka akan mendapatkan sebuah transaksi berjalan.
     Perhitungan sederhana neraca pembayaran adalah bahwa setiap transaksi yang meningkatkan pembayaran oleh suatu negara dihitung sebagai defisit dalam neraca pembayaran negara tersebut untuk negara lain, impor mobil, pemberian kepada orang asing, pembelian lahan di luar negeri, atau deposit yang ada di bank di luar negeri. Semuanya merupakan item defisit.

Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi.
1. Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
2. Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.

      Situasi neraca pembayaran selama empat tahun pelaksanaan Repelita V secara umum tetap terkendali dalam batas-batas yang wajar. Perkembangan neraca pembayaran tersebut sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekspor, impor dan arus modal luar negeri.
      Sejak tahun 1988/89 sampai dengan tahun keempat Repelita V nilai ekspor secara keseluruhan meningkat rata-rata sebesar 15,5% per tahun, dari US$ 19,8 miliar pada tahun 1988/89 menjadi US$ 35,3 miliar pada tahun 1992/93 (lihat Tabel V-1). Peningkatan pertumbuhan ini terutama berasal dari laju pertumbuhan ekspor non migas yang meningkat rata-rata 19,5% per tahun sehingga mencapai US$ 24,8 miliar pada tahun 1992/93. Namun peningkatan laju pertumbuhan ekspor non migas yang pesat ini tidak dibarengi dengan laju pertumbuhan ekspor minyak bumi dan gas alam cair. Selama kurun waktu tersebut, ekspor minyak bumi dan gas alam cair masing-masing hanya meningkat rata-rata sebesar 6,2% dan 11,8% per tahun, atau masing-masing menjadi sebesar US$ 6,4 miliar dan US$ 4,1 miliar pada tahun 1992/93.
      Sementara itu, peranan ekspor non migas dalam nilai ekspor keseluruhan semakin mantap sehingga semakin mampu berperan sebagai sumber penerimaan devisa utama. Dalam tiga tahun terakhir ini, peranan ekspor non migas dalam nilai ekspor keseluruhan terus meningkat dari 54,6% pada tahun 1990/91 menjadi 64,0% pada tahun 1991/92 dan menjadi 70,3 % pada tahun 1992/93.

Peran Kurs Valuta Asing Pada Perekonomian Indonesia
      Setiap negara mempunyai mata uang yang berbeda-beda. Mata uang yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran di negara lain dinamakan valuta asing. Misalnya Pak Andre ingin mengimpor alat-alat elektronik dari Singapura. Untuk membayar barang-barang yang diimpornya, Pak Andre harus menukarkan mata uang rupiahnya menjadi mata uang Singapura. Mata uang Singapura ini disebut valuta asing.
      Apabila sesuatu barang ditukar dengan barang lain, tentu di dalamnya terdapat perbandingan nilai tukar antara keduanya. Nilai tukar itu sebenarnya merupakan harga di dalam pertukaran tersebut. Demikian pula pertukaran antara dua mata uang yang berbeda, terdapat perbandingan nilai/harga antara kedua mata uang tersebut. Perbandingan nilai inilah yang sering disebut kurs (exchange rate). Misalnya US$1 sama dengan Rp9.200,00, berarti untuk mendapatkan satu dollar Amerika Serikat dibutuhkan Rp. 9.200,00. Kurs valuta asing seringkali mengalami perubahan, kadang menguat, namun terkadang juga melemah. Perubahan ini disebabkan karena permintaan dan penawaran mata uang asing. Sebagai contoh, pada tanggal 31 Maret 2008 nilai rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sebesar Rp9.200,00 (US$1 = Rp9.200,00). Pada tanggal 1 April 2008, besarnya nilai rupiah terhadap dollar Amerika Serikat Rp9.203,00 (US$1 = Rp9.203,00). Berubahnya kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat menunjukkan bahwa harga dollar Amerika Serikat semakin tinggi sehingga dapat disebut dollar Amerika Serikat menguat. Bagaimana dengan kurs rupiah terhadap dollar? Kuatnya nilai dollar terhadap rupiah menyebabkan nilai rupiah menurun.

Sumber :
http://putrijulaiha.wordpress.com/2011/04/29/peran-kurs-valuta-asing-pada-perekonomian-indonesia/
http://ikemurwanti.blogspot.com/2011/05/neraca-pembayaran-luar-negeri-indonesia.html
http://tugaskuliah-adit.blogspot.com/2011/04/hambatan-perdagangan-antar-negara.html
http://galihpangestu14.wordpress.com/2011/05/16/perdagangan-antar-negara-internasional/

Tugas Softskill Pertemuan ke-9

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Definisi APBN:
Adalah suatu daftar atau penjelasan terperinci mengenai penerimaan dan pengeluaran negara dalam jangka waktu satu tahun yang ditetapkan dengan Undang-undang, serta dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.


Masa berlaku APBN :
APBN Indonesia mulai tahun 2000 ditetapkan  berlaku mulai 1 Januari sampai dengan 31 Desember tahun yang sedang berjalan. Sebelum tahun 2000 APBN  berlaku  mulai 1 April sampai dengan 30 Maret tahun berikutnya.


Fungsi APBN

1. Fungsi Alokasi
Berkaitan dengan penggunaan sumber-sumber penerimaan negara untuk membiayai belanja negara.
2. Fungsi Distribusi
Berkaitan dengan pemerataan kesejahteraan masyarakat.  Pemerataan kesejahteraan dapat terwujud jika pemanfaatan penerimaan negara dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
3. Fungsi Stabilitas
Berkaitan dengan pengaturan perekonomian nasional agar tetap seimbang, yaitu permintaan agregat (keseluruhan) sama dengan penawaran agregat. APBN bagi pemerintah sebagai instrumen pengendali perekonomian, baik dalam kondisi perekonomian yang stabil, depresi ataupun inflasi.


Tujuan penyusunan APBN

1. Meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada DPR dan rakyat
2. Meningkatkan koordinasi dalam lingkungan pemerintah
3. Membantu pemeritah mencapai tujuan kebijakan fiskal
4. Memungkinkan pemerintah memenuhi prioritas belanja negara
5. Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa publik.


Proses penyusunan APBN 

Pemerintah (Presiden dibantu para menteri, terutama Menteri Keuangan) menyusun RABPN berdasarkan asumsi-asumsi, yaitu tentang :
a. Kondisi ekonomi makro seperti Produk Domestik Bruto (PDB) menurut harga yang berlaku
b. Pertumbuhan ekonomi
c. Inflasi
d. Nilai tukar rupiah
e. Rata-rata suku bunga SBI 3 bulan
f. Harga minyak internasional
g. Serta produksi minyak dalam negeri
Dalam menyusun RAPBN digunakan azas kemandirian, azas penghematan, azas penajaman prioritas pembangunan.
RAPBN oleh pemerintah diajukan ke DPR dan dilakukan pembahasan dengan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang berkompeten sesuai bidang masing-masing. Jika telah disetujui, DPR akan mengesahkan RAPBN menjadi APBN. Hak DPR untuk menetapkan anggaran negara disebtut Hak Budget. Namun jika tidak ditemukan kesepakatan tentang RAPBN, DPR menetapkan APBN tahun lalu sebagai APBN tahun berjalan.


Struktur APBN :

A. PENDAPATAN NEGARA dan HIBAH, terdiri :
Penerimaan Dalam Negeri, terdiri : 
Penerimaan Pajak, meliputi :

1. Pendapatan Pajak Dalam Negeri
2. Pendapatan Pajak Perdagangan Internasional

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), meliputi :
1. Penerimaan Sumber daya Alam
2. Pendapatan Bagian Laba BUMN
3. Pendapatan Negara Bukan Pajak lainnya
4. Pendapatan Badan Layanan Umum (BLU)
Hibah

B. BELANJA NEGARA, terdiri :
Belanja Pemerintah Pusat, meliputi :
a. Belanja Pegawai
b. Belanja Barang
c. Belanja Modal
d. Belanja Bunga dan Pinjaman
e. Subsidi (subsidi energi dan subsidi nonenergi)
f. Belanja Hibah
g. Belanja Bantuan Sosial
h. Belanja lain-lain
Transfer ke Daerah, meliputi :
a. Dana p\Perimbangan (Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus)
b. Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian
C. KESEIMBANGAN PRIMER

D. SURPLUS/DEFISIT ANGGARAN

E. PEMBIAYAAN, terdiri :
Pembiayaan Dalam Negeri, meliputi :
1. Perbankan Dalam Negeri
2. Nonperbankan Dalam Negeri
Pembiayaan Luar Negeri Netto, terdiri :
1. Penarikan pinjaman luar negeri bruto, (pinjaman program, Pinjaman proyek)
2. Penerusan pinjaman
3. Pembayaran cicilan pokok utang luar negeri
Deskripsi per pos.
Sumber Pendapatan/Penerimaan Pemerintah Pusat :
Sebagaimana struktur APBN di atas, maka sumber pendapatan negara dapat diuraikan sebagai berikut :
Penerimaan Dalam Negeri, berasal dari :
1. Penerimaan Pajak.
Penerimaan pajak yang masuk pos penerimaan pemerintah pusat, meliputi :
Pajak Dalam Negeri, (PPh, PPN, PPnBM, PBB, BPHTB, Cukai, dan pajak lain.
Pajak Perdagangan Internasional, (penerimaan bea masuk dan pajak/pungutan ekspor)
2. Penerimaan Negara Bukan Pajak.
Penerimaan sumber daya alamyang merupakan hasil pengelolaan kekayaan alam
Penerimaan atas laba BUMN, sesuai dengan besarnya kepemilikan saham BUMN
PNBP lain, seperti pungutan yang dikelola Kementrian atau lembaga yang berhubungan dengan pelayanan umum
Hibah
Adalah semua penerimaan negara yang berasal dari sumbangan pihak swasta dalam negeri dan pemerintah daerah serta pihak swasta luar negeri dan pemerintah luar negeri yang tidak perlu dibayar kembali dan tidak mengikat, tidak secara terus-menerus, dan dialokasikan untuk kegiatan tertentu sesuai Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding).

PENGELUARAN/BELANJA NEGARA


Pengeluaran Pemerintah Pusat, terdiri :
1. Belanja Pegawai, (PNS, TNI, POLRI, Pensiunan)
2. Belanja Barang, dialokasikan untuk ;
    2.1. Mempertahankan fungsi pelayanan publik
    2.2. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengadaan barang dan jasa, perjalanan dinas,pemeliharaan aset negara
    2.3. Mendukung kegiatan pemerintahan
3. Belanja Modal
Yaitu belanja yang digunakan untuk membiayai pembentukan modal dalam bentuk tanah, peralatan, mesin, gedung, jaringan, dan sarana fisik lain

Pembayaran Bunga Utang
Pembayaran utang dalam negeri dipengaruhi oleh tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
Pembayaran utang luar negeri bersumber dari pinjaman bilateral, multilateral, fasilitas kredit eskpor, dan pinjaman lain.

Belanja Subsidi
Digunakan untuk menjaga stabilitas harga, membantu masyarakat kurang mampu, membantu usaha skala mikro dan menengah, BUMN , membantu BUMN yang melaksanakan pelayanan umum

Belanja Hibah
Merupakan transfer uang, barang, jasa yang bersifat tidak wajib kepada pemerintah daerah, BUMN, BUMD, negara lain, atau organisasi internasional

Bantuan Sosial
Diberikan dalam bentuk transfer uang atau barang kepada masyarakat melalui lembaga nirlaba (sosial) untuk melindungi resiko sosial.

Belanja Daerah
Dana Perimbangan, meliputi :
1. Dana Bagi Hasil (DBH), yaitu dana bagian daerah yang bersumber dari penerimaan daerah, baik pajak maupun sumber daya alam (dalam bentuk prosentase)
2. Dana Alokasi Umum (DAU), yaitu instrumen yang bersifat umum (block grant) guna mengatasi ketimpangan fiskal antar daerah untuk pemerataan kemampuan keuangan antar daerah
3. Dana Alokasi Khusus (DAK), yaitu instrumen transfer bersifat khusus (specific grant) untuk membiayai kebutuhan khusus daerah dan atau nasional
4. Dana Otonomi Khusus dan Dana Penyesuaian
Dana Otonomi Khusus diberikan kepada daerah-daerah yang masih tertinggal untuk pembiayaan pendidikan, kesehatan, dll
5. Dana Penyesuaian, diberikan kepada daerah yang menerima DAU lebih kecil dari tahun sebelumnya.

sumber :
http://ayucintyavirayasti.blogspot.com/2011/04/anggaran-pendapatan-dan-belanja-negara.html

Cara Menanam Saham


Kak Fauzi selaku tutor kami dama LABINTDAS memberikan kami tugas, bagaimana cara untuk menanam saham. Apabila kita hendak bermain saham kita itu diibaratkan sedang memainkan sebuah dadu. Karena kita lebih menggunakan naluri dan firasat kita daripada analisis dan perhitungan rasional. Dan pada kenyataanya tak jarang pula orang yang lebih mengandalkan naluri sentimen amat dominan sehingga yang telaten memerhatikannya `menang’ besar dalam pertaruhan harga. Tapi, menjadikan sentimen pasar sebagai patokan utama dalam membidik saham di lantai bursa, tidak selalu jadi keputusan j]yang bagus. Warren Buffet, seorang investor tersukses di abad ke-20 pernah berkata : “Prinsip utama yang mesti dipegang teguh oleh setiap investor agar bisa sukses dalam berinvestasi saham ialah mendengarkan bisikan firasat (memakai kecerdasan emosional = EQ dan menggunakan nalar (kecerdasan intelektual=IQ). Kedua ‘kecerdasan’ itu mesti digunakan secara bersamaan sehingga dapat membuat keputusan investasi yang akurat.”
Sebelum kita hendak menanam saham, tentunya kita harus memiliki saham, berikut ini adalah cara untuk membeli saham :

1. Membuka rekening Efek
Sebelum kita hendak melakukan jual beli saham, sama halnya seperti membuka rekening di bank maka terlebih dahulu kita harus membuka rekening di satu atau beberapa Perusahaan Efek. Dengan membuka rekening efek  maka secara resmi kita telah tercatat sebagai nasabah dan data identitas anda tercatat dalam pembukuan Perusahaan Efek yang terdaftar di KPEI separti Nama, Alamat, Nomor Rekening Bank dan data-data lain. Bersamaan dengan pembukaan rekening ini, kita menandatangani perjanjian dengan Perusahaan Efek yang menyangkut hak dan kewajiban kedua belah pihak. Perusahaan efek ini biasanya disebut dengan Broker atau pialang. Dana Minimal Untuk Buka Rekening Efek atau Berinvestasi
Pada dasarnya tidak ada batasan minimal dana dan jumlahnya untuk membeli saham. Dalam perdagangan saham, jumlah yang dijualbelikan dilakukan dalam satuan perdagangan yang disebut Lot
2. Membeli Saham
Untuk berinvestasi di pasar modal, kita dikasih banyak pilihan saham karena Bursa Efek Indonesia memiliki lebih dari 300 anggota bursa atau saham. Dalam membeli saham kita tidak boleh mengandalkan hanya feeling kita karena jika kita mengandalkan feeling pasti penyesalan yang didapatkan. Oleh karena itu dalam memilih saham kita harus melihat dan meneliti apakah perusahaan yang akan kita beli itu memiliki Fundamental yang baik apa tidak. Karena fundamental perusahaan itulah kita bisa melihat kinerja perusahaan itu (laporan keuangan,dll) baik apa tidak untuk kedepannya. Sebetulnya ada beberapa kiat untuk berinvestasi diantaranya sebagai berikut:
Setelah anda memilih perusahan atau saham mana yang akan kita beli/jual sesuai dengan pertimbangan kita, maka kita harus menghubungi pialang/broker anda (biasanya lewat telefon) untuk bisa menyalurkan pesanan/order kita ke Bursa Efek.
berikut diatas adalah mengenai cara membeli saham sebelum kita ingin memulai untuk menanam saham, penjelasan tersebut adalah untuk memenuhi tugas dari LABINTDAS yang diberikana oleh tutor kami Kak Fauzi

Portfolio ( Dibalik nama gue :) )


Kali ini Kak Fauzi tutor di LABINTDAS shift dua memberikan tugas untuk membuat portofolio. Disini saya akan menceritakan tentang biografi saya yang kalu bisa sih jadi singkat banget...
Nama lengkap saya adalah Sarah Alifah, dulu sih nama saya adalah "Siti Sarah Alifah". Hmm... nama itu cuma bertahan dari saya lahir sampai saya kelas 4 sd. Alhasil temen-temen sd saya manggil saya dengan sebutan "Siti"(hmm gimana gitu yah?). Tapi entah kenapa nama saya setelah itu diganti jadi cuma "Sarah Alifah" aja. Kata orang sih nama saya itu kebearatan, jadinya saya sering sakit deh. Sebenernya apa sih arti dari nama saya? mau tau banget yah? hehehe Sarah itu diambil dari nama putri nabi yaitu Siti sarah, sedangkan Alifah-nya itu sendiri berarti wanita yang lemah lembut. Bagus kan artinya? (over convidence too much :p). Saya lahir pada hari selasa, tepatnya tanggal 14 Juli 1992. Zodiak saya Cancer dan golongan darah saya adalah A, kalau katanya sih ini ya, golongan darah A itu orang yang sensitif dan pendiam. Saya ini adalah anak pertama dari 5 bersaudara(banyak kan?). Saya ini lahir dari orang tua yang keduanya asli Padang. tapi banyak yang bilang kalau saya ini Padang Murtad, karena kami sekeluarga enggak suka makanan yang pedas-pedas. Ya saya terima ajalah apa yang orang bilang. toh orang Padang itu enggak selalu harus sukan segala jenis makanan yang pedas-pedas kan? yang setuju angkat kaki. Loh?hehe.
Let's talk about my name again(sok bule gitu deh). Saya sendiri agak heran sama nama saya, karena dari dulu temen-temen saya nggak pernah ada yang bener kalau mau manggil saya. Waktu SD selama 4 tahun saya dipanggil "Siti", coba bayangin Ya Allah bagus banget kan yaa :(, setelah diganti jadi Sarah Alifah akhirnya temen-temen saya manggil saya jadi "Alifah" kenapa nggak "Sarah"? karena dulu dikelas ada dua orang yang bernama Sarah, nah Sarah yang satu lagi itu nggak mau dipanggil yang lain selain sarah, yaudah akhirnya nama panggilan saya jadi "Alifah". Tapi ada seseorang yang buat saya berkesan kalau dia lagi manggil nama saya "Alip" he makes me wanna fly higher (lebay), sampai sekarang pun orang itu masih manggil nama saya seperti itu.hooooo...lupakan ! Lalu waktu Sd ada juga yang manggil saya dengan sebutan "Sarlipah" ya itu tuh si Sarah yang satunya lagi. Katanya sih biar lebih lengkap kalau manggil saya. Lengkap apaan? disingkat begitu nama gue! harusnya pakai huruf "f" ini malahan diganti pakai "P". Nasib ! Ada lagi yang lebih parah, saya dipanggil polip. Itu sih sebenernya cuma buat becandan aja sama salah satu anak cowok yang ada dikelas, dan saya balik manggil dia sinusitis.hehe
Kalau selama di SMP sih aman-aman aja, yang lain masih manggil saya dengan nama yang yang wajar "Sarah", kan lebih enak kedengarannya tuh. Nah, saat SMA nama saya berubah lagi, sekarang nama panggilan saya jadi "BABEH". Kenapa nggak ada yang lebih bagus lagi? Emak kek gitu? biar keliatan lebih kewanitaannya.hehehe. Mereka bilang sih panggilan sayang buata saya (hooo terharu :") ) tapi itu hanya sebagian aja sih yang manggil saya dengan sebutan "BABEH".
Saat masuk di bangku kuliah ini, nama panggilan saya makin nambah. Mulai dari "Mpo" itu yang manggil saya seperti itu si Anin, terus "uni" Mita yang selalu manggil nama saya seperti itu, kalau saya manggil si mita "pitum" karena pipinya tumpah(tembem). teru "Soledad" seinget saya yang manggil saya dengan sebutan itu si cumi a.k.a mutiara ratih. karena saya suka banget dengan lagunya Westlife yang Soledad, yaudah sekarang banyak yang manggil Soledad deh, sampai temen satu kostan saya pun manggil saya dengan "soledad". tapi temen-temen satu kostan saya sekarang manggil saya dengan "Soleh" kadang cuma "Leh" aja. terus sekarang ada lagi yang manggil saya dengan sebutan "Codet" iya dia adalah adiknya si Karina Devianta Sitepu. Hmmm... kata orang nama itu adalah doa, tapi kalau begini bagaimana?apa doanya bagus juga kalau nama panggilannya begini? ah sudahlah itu hanyalah sebuah nama panggilan aja, sebenernya sih nggak terlalu penting, tapi kenapa saya tulis juga yah? Yasudahlah ini demi memenuhi tugas yang LABINTDAS yang diberikan oleh tutor kami Kak Fauzi

6 Arsitektur Search Engine

Dalam LABINTDAS, kak Fauzi menyuruh kita untuk mecari tahu bagaimana bentuk arsitektur dalam search engine. dari hasil yang pencarian yang saya lakukan di google, saya menemukan macam-macam bentuk arsitektur dalam search engine. Saya mendapatkannya dari berbagai sumber dan kemudian saya rangkum
Berikut ini adalah gambara dari 6 arsitektur search engine
1. Spider
Spider adalah program dari search engine yang bekerja untuk mengambil halaman-halaman yang ditemukannya. Spider ini sebenarnya memiliki fungsi yang hampir sama dengan browser, tetapi perbedaanya adalah spider tidak terliha karena ditujukan kepada mesin, sedangkan browser terlihat karena ditujukan langsung kepada manusia dalam berupa gambar, teks dll
2. Crawler
adalah sebuah program yang dimiliki oleh search engine yang berguna untuk menelusuri setiap link yang ada dalam sebuah website.
3. Indexer
merupakan salah suatu kompone search engineyang memiliki tugas sebagai pendeskripsi suatu halaman website dan menganalisa berbagai unsur didalamnya. Contohnya seperti pada penulisan title, penulisan huruf, keyword-keyword yang ada di konten sehingga akan mengenal web tersebut lebih jauh lagi terutama dalam menganalisa suatu keyword yang ada di dalamnya.
4. Database
Merupakan komponen search engine yang bertugas sebagai tempat untuk meletakkan data-data yang sebelumnya telah didownload oleh Spider serta sebagai tempat yang sebelumnya digunakan oleh Indexer dalam menganalisa suatu web.
5. Result Engine
Merupakan program yang bertugas untuk menggolongkan suatu web site dan untuk menentukan suatu perangkingan dalam hasil pencarian yang diminta oleh user. Program ini menganalisa siapa yang pantas masuk kriteria utama dalam pencarian suatu keyword yang diminta oleh pengguna. Data yang pertama muncul tentunya data yang telah memenuhi kriteria-kriteria search engine dan kaidah tertentu yang ditentukan oleh search engine.
6.  Web Server
Merupakan komponen terakhir pada seacrh engine yang berfungsi melayani permintaan kepada user yang merupakan umpan balik dari permintaan user tersebut. Web Server merupakan bagian central dan penentu terhadap apa-apa yang diminta oleh user.
Diatas adalah penjelasan mengenai arsitektur search engine semoga yang saya tulis ini sesuai dengan apa yang Kak Fauzi harapkan sehubungan dengan tugas yang diberikan dalam LABINTDAS

Tips dan Trik SEO (Searc Engine Optimization

Tugas pertama yang diberikan ole kak Fauzi didalam pertemuan terakhir dalam LABINTDAS adalah mengenai bagaimana tips dan trik bagaimana cara memanfaatkan SEO. Seo sendiri itu adalah kepanjangan dari Search Engine Optimization yang berarti mengoptimalkan mein pencari seperti Google, Yahoo, Bing dll, aagara bisa mengindeks artikel yang ada pada nlog kita dengan satu tujuan yakni untuk meningkatkan pagerank(ranking pada blog kita seperti munculnya blog kita pada halaman utama atau pageone daari mesin pencari Google dan lainnya. Tentunya kita mau dong kalau blog kita itu muncul pada halaman utama pda suatu mesin pencari
Berikut ini saya akan memberikan beberapa tips dan trik SEO yang saya dapatkan dari berbagai sumber :
1. Buatlah postingan yang asli atau original, artinya isi yang terdapat dalam blog kita itu murni dari hasil pikiran kita sendiri
2. Usahakanlah sesuatu yang hendak kita posting itu berbobot dan bermanfaat bagi pengunjung blog kita
3. Gunakan judul postingan yang semenarik mungkin, karena judul postingan yang menarik pasti akan menarik perhatian pengunjung untuk melihat isi dari blog kita tersebut.
4. Selalu melakukan Blog Walking atau kunjungan ke blog lain, karena bukan hanya kita saja yang memakai fasilitas blog di dunia maya, akan tetapi ada banyak pengguna blog. jadi kitah arus sering-sering melakukan kunjungan ke blog lain.
5. Usahakan untuk selalu menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh pengunjung blog kita, selain untuk menambah pagerank kita ini juga sebagai bentuk dari kesopanan.
6. Gunakan keyword yang memiliki nilai di mesin pencari, usahakan jangan terlalu banyak
7. Gunakan fasilitas tag
8. Daftarkan blog kita pada mesin pencari, hal ini dimaksudkan agar orang lain dapat lebih mudah dalam mengakses blog kita
9. Persilakan orang lain untuk lebih mudah dalam mengopy isi dari blog kita, selama mereka mencantumkan sumber. karena, hal ini berkaitan dengan hak cipta
10. jangan membuat posting yang bersifat HOAX atau bohong karena hal itu hanya akan merugikan diri kita sendiri dan orang lain
11. Rajin-rajinlah ngeposting tulisan dalam blog kita, seperti yang selalu dikatakan oleh Kak Fauzi

Demikian tips dan trik saya tulis ini juga sebagai tugas pertama dari LABINTDAS. Semoga bermanfaat :)

sumber :
http://aditsubang.wordpress.com/2010/07/09/13-tips-dan-trik-seo-google-untuk-wordpress/
http://www.adianova.com/search-engine-optimization/belajar-seo.html